Showing posts with label Cemilan. Show all posts
Showing posts with label Cemilan. Show all posts

Saturday, February 2, 2019

Cheese Soft Bread


Assalamualaikum Moms...

Kali ini mau menebar virus ngeroti ya, yang jelas ini roti empuk banget walau tanpa bahan pengempuk yang itu tuhhh... Tapi tetep ya, kudu kalis elastis syarat mutlaknya. Sebenarnya saya sudah gak pernah terima orderan aneka roti dan donat, kenapa, saya gak sempat bikinnya, bikin roti butuh proses yang lama dan harus berkelanjutan, maksudnya tidak bisa ditinggal-tinggal biar enggak over proofing. Karena rutinitas sebagai mama yang kadang merangkap sebagai inem dan tukang ojek anak, maka sudah beberapa bulan ini saya memutuskan off dulu dari aneka pesanan rerotian. Etapiiiiii, ya tetep sesekali bikin roti atau donat dalam jumlah kecil, untuk cemilan keluarga.


Penggunaan bahan tambahan tidak dipungkiri pasti memiliki efek terhadap tubuh seseorang bila diberikan secara kontinu, katakanlah hanya sekian gram, tapi bila dikonsumsi tiap hari pasti akan menumpuk di dalam tubuh. Karena setiap bikin roti saya pasti mengutak-atik bahan biar tetep empuk walaupun untuk keesokan harinya. Berikut ini saya share beberapa tips yang pernah saya lakukan dan membuat roti hasil ngulen saya bisa empuk sampai 3 hari tanpa bahan tambahan pengempuk dll.

Yang pertama adalah tepung, saya memang selalu menggunakan tepung komachi untuk membuat roti, kenapa? Ya sudah cocok saja dengan tepung ini. Tapi tidak berarti full komachi ya, saya selalu menambahkan sedikit tepung protein sedang misal merk segitiga untuk mendapatkan tekstur yang saya inginkan. Kalau full komachi hasilnya menurut saya terlalu molor dan kenyal. Untuk perbandingannya sih tergantung feeling aja, misal komachi 500gr, tepung segitiganya 50gr.


Yang kedua adalah cairan, yang saya maksud di sini adalah bahan cairnya misal air/susu/telur dll yang jelas menyumbang basah pada adonan. Untuk takaran cairan, ini yang agak susak dijelaskan ya, karena setiap merk tepung pasti kebutuhan cairannya berbeda, bahkan merk yang sama dibeli saat yang berbeda, jumlah air yang dibutuhkan belum tentu sama. Khusus ini kudu pakai ilmu feeling lagi, kalau sudah biasa ngadon roti pasti tau kelembekan adonan yang pas. Kalau terlalu lembek nanti susah dibentuk karena lengket ditangan, tapi kalau kurang air dijamin rotinya cepat atos alias keras. Untuk menghasilkan roti yang empuk, saya memadukan susu UHT dingin dan whipped cream cair, kenapa? Sesuai eksperimen saya, hasilnya tetap empuk untuk 3 hari kedepan. Untuk telur, saya wajib pakai kuning telur karena ini yang akan menyumbang keempukan roti kita.

Yang ketiga adalah isian roti, entah kenapa setiap roti yang diisi dengan adonan cokelat pasti tidak tahan lama empuknya. Alhasil saya pun penasaran dan menjelajahi mbah google, ternyata memang isian cokelat entah itu meisis, filling cokelat, dcc, dll yang jelas mengandung bahan cokelat memang menyerap kelembaban, sehingga roti cepat kering dan tidak awet moist, inilah yang mambuat roti isian cokelat lebih tidak tahan empuk dibanding dengan isian yang basah seperti selai srikaya dll. Mungkin kalau ada yang tau alasan tepatnya bisa komen ya di bawah.



Untuk bahan lainnya misal gula, ragi instan, garam, susu bubuk dan butter ini tergantung keinginan ya, saya suka memblender gula pasir untuk ngadon roti biar cepat kalis. Kalau raginya menggunakan merk terserah, asal masih bagus dan tidak rusak biar adonan bisa mengembang. Pemberian sedikit garam halus menyumbang rasa gurih pada roti dan dia juga sebagai kontrol kerja ragi lho sebenarnya, jadi ada yang menekan kerja ragi saat kita sedikit over proofing adonan, mungkin karena ditinggal nonton drakor. #Ehhh.... Kalau susu bubuk ini tidak wajib ya, karena kita sudah pakai susu UHT untuk cairannya, tapi kalau pakai air, beri susu bubuk biar lebih nyusu hasil rotinya. Butter merknya terserah juga, semakin mahal semakin enak. hihihi....

Yang tidak kalah penting adalah pasca roti matang ya. Saat sudah diangkat, usahakan segera dikemas dalam wadah kedap begitu roti sudah hangat menjelang dingin, nah gimana ya? Yang jelas tidak terlalu panas cukup uapnya hilang, tapi jangan sampai dingin dan kelamaan diangin-anginkan, kemas dalam wadah kedap atau langsung dibungkus plastik satu-satu. Kalau masih terlalu panas roti cepat berjamur karena uap tidak bisa keluar, kalau terlalu dingin roti akan cepat keras. Yahhh yang sedang-sedang sajalah. hahaha....

Baiklah daripada saya ditimpuk sendal jepit karena kepanjangan narasi, berikut resep roti yang soft banget menurut saya.

Cheese Soft Bread

Bahan:
425gr komachi
25gr tepung segitiga
2 sdm susu bubuk
50 gr gula pasir (*ditambahi boleh ya bagi yang pengen adonan lebih manis)
7gr ragi instan

2 kuning telur + 50gr whipped cream cair + susu UHT dingin ditimbang total cairan 300gr (disesuaikan dengan kelembaban tepung)

5gr garam halus
80gr butter

isian sesuai selera, saya pakai milky soft cheese milik kraft

Cara membuat:
1. Campur semua bahan kering.
2. Tambahkan bahan cair, ulen hingga stengah kalis.
3. Masukkan garam dan butter, ulen kembali hingga kalis elastis, bila dibentangkan sudah terbentuk lapisan tipis seperti balon yang ditiup itu ya alias window pane.
4. Bulatkan adonan dan istirahatkan sekitar 30-45menit.
5. Timbang adonan sesuai selera kemudian kita rounding.
6. Isi dan bentuk sesuai selera.
7. Proofing kembali sekitar 45-60 menit sampai ukuran 2x lipat dari semula.
8. Oles dengan susu UHT cair lalu panggang dengan suhu 180-200 derajat celcius selama 15-20 menit, tergantung oven masing-masing dan besar kecil ukuran roti ya.
9. Angkat dan keluarkan roti, segera oles permukaan dengan butter agak mengkilap.
10. Siap disajikan

Happy baking Moms...

Tuesday, October 16, 2018

Lapis Legit Gulung


Assalamualaikum Moms...

Walaupun demam lapis legit gulung sudah berlalu, gakpapa lah ya baru di share sekarang di blog dapur-ziah. Katanya sih lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. hahahha.... Sebenernya niat bikin ini sudah sejak bulan lalu, sampai beli loyangnya juga. Tapi apa daya nunggu niat ini membara di dada kok ya lama banget baru bisa terlaksana. Harap maklum bakul kue yang satu ini semacam bakul abal-abal yang kerjanya juga tergantung "mood". Sepertinya saya pengen nempel bantal saja kalo sudah kelar orderan, enggak mau baking lagi kalau sudah beres buat orang, sampai-sampai suami mau nantangin bayar buat dibikinkan kue requestnya. hahhaha... Kebangetan banget ya ini saya.


Kue lapis legit gulung ini ukuran sedang cenderung mini ya hasil roll nya, lihat di gambar atas dengan perbandingan segitu sama tangan saya. Tehnik membuatnya sama dengan membuat lapis legit biasanya, yang jelas syarat akan kuning telur. Sehingga rasanya dijamin enak, kalau bahasa Blitar sih "angklek" saat digigit, dia padat tapi empuk ya bukan bantat, ya ciri khas kue dengan banyak kuning telur lah intinya.


Dulu saya mau ikut kursus bikin lapis legit gulung ini di Malang beberapa bulan lalu. Kemudian suami bilang, emangnya bakalan dipakai nanti pasca kursus? Maklum lah, sering ikut beberapa kelas kursus tapi ilmunya ngangkrak enggak kepakai sama sekali, karena memang passion saya sepertinya lebih ke kue tart saja. Akhirnya saya mundur teratur, enggak jadi ikut kelas chef ternama itu. Walaupun saat mengambil keputusan tidak ikut kelas itu saya sambil kecewa.


Alhamdulillah sekarang bisa bikin juga. Ini percobaan pertama saya bikin lho. Kalo saya sekali bikin sudah lumayan begini, pasti Mommy sekalian juga bisa. Guampang banget kok ini bikinnya. Ini saya pakai loyang 22 x 57cm beli di IG mbak Putriipermanaa (*bukan endorse ya ini murni beli, dan memang memuaskan, loyangnya tebal), jadi cukup 1 lapis saja, lalu diroll. Kalau misal Mommy punya loyang yang ukuran 22x30cm atau 24x24cm bisa dijadikan 2 lapis. Jadi setelah separuh adonan dituang, panggang, lalu tuang lagi separuh adonan berikutnya, taburi prunes, panggang lagi hingga matang, keluarkan dari loyang, oles susu kental manis atau selai kemudian baru digulung.


Untuk lapis legit gulung ini saya pakai resep mbak bebeb Lindawaty di IG dapur_lindawaty, yang jelas dari semua resepnya enak semua. Pasti selalu mupeng tiap beliau posting resep baru. Oiya, dari setiap resep hasilnya belum tentu sama ya Moms, tergantung bener tidak tehnik pembuatan dan merk bahan yang kita pakai. Kemudian untuk masalah mentega alias butter, ini bener-bener menyumbang besar untuk rasa dan aroma cake, apapun cake nya. Sehingga pastikan menggunakan butter kualitas bagus untuk menciptakan hasil yang memuaskan. Tetapi semua kembali ke pasar Mommy sekalian bagi yang berjualan, kalau untuk keluarga pastikan menggunakan bahan-bahan pilihan ya, biar tambah disayang suami. hihihi...


Lapis Legit Gulung Dapur_Lindawaty
rebake by dapur-ziah

Bahan :
145gr butter ( resep asli 60gr margarin + 85gr butter)

10 kuning telur (pastikan segar)
100 gr gula pasir
1/2 sdt vanilli

30 gr tepung terigu (sy pakai kunci)
1 sdm susu bubuk
1/2 sdm maizena, ayak semua bahan kering

prunes untuk taburan atas



Cara membuat :
1. Mixer hingga lembut butter, sisihkan.
2. Mixer kuning telur, gula dan vanili hingga mengembang, kental berjejak (sy pakai hand mixer sekitar 8-10 menit).
3. Masukkan ayakan tepung ke adonan telur, aduk balik hingga rata.
4. Masukkan butter kocok ke adonan telur.
(saya selalu menggunakan tehnik pancing ya apapun kuenya di bagian yang ini, jadi ambil sedikit adonan telur, masukkan ke butter kocok, aduk merata, kemudian adonan ini tuang ke adonan telur, baru kemudian aduk balik sampai homogen. Menggunakan tehnik pancing ini bertujuan agar adonan butter bisa cepat tercampur rata dengan adonan telur dan tepung, sehingga kita tidak over mix yang menyebabkan adonan akan turun banyak dan kue bantat).
5. Tuang ke loyang ukuran 22x57cm untuk 1 lapis saja, ratakan, taburi prunes. (kalau ukuran loyang 22x30cm atau 24x24cm tuang separuh adonan)
6. Panggang dengan suhu 180 derajat celcius selama 20 menit. Angkat. Kalau dibuat 2 lapis karena ukuran loyang yang ada, maka tuang separuh adonan berikutnya, ratakan, taburi prunes lalu panggang lagi.
7. Tekan lapis legit dengan penekan khusus lapis legit, kalau tidak punya pakai punggung sendok.
8. Olesi dengan susu kental manis atau selai sesuai selera, lalu gulung seperti kita membuat bolu gulung, padatkan dan biarkan dingin. Siap dipotong-potong.

*Update cara pengemasan ya Moms





Happy baking Moms...

Tuesday, October 3, 2017

Marmer Cake Jadoel by Ibu Siu Erl


Malam Moms...

Walaupun setiap hari di Blitar mendung, tapi semangat buat bakingku malah lagi ON. Pasca operasi ringan pada jari tangan kanan (*baca kuku dicopot, hahaha), ternyata tangan ini jadi tambah gatal buat mainan tepung. Dua hari terakhir ini perban mulai dibuka dan masih nunggu kering beneran kulitnya, alhamdulillah punya suami yang mau bantu main air di dapur (*baca nyuci piring dll). Lihat waiting list resep yang mau diuji coba kok sudah sepanjang 1 mil jadi bingung mau eksekusi yang mana, baiklah walaupun terlambat akhirnya diputuskan ikutan demam Marmer Cake saja, sekalian nyoba loyang baru yang indent sejak purnama beberapa bulan kemarin. Kurang mulus permukaan cake bukan karena kesalahan loyangnya ya, karena aku saja yang terlalu pelit ngasih margarine olesnya. hahaha...


Marmer Cake ini resep dari ibu Siu Erl yang sudah terkenal enak hasil olahan tangannya, terima kasih ya Bu atas resepnya, haucek beneeerrrr. Bu Siu Erl ini juga membuka kursus untuk aneka Lapis Surabaya Kuno serta variasinya, dan marmer cake ini menjadi resep bonus saat ikut kursus di kelas beliau. Yang saya salut adalah beliau selalu memberikan resep sesuai dengan apa yang jadi standart di dapurnya, maksudnya tidak ada yang dirahasiakan, tidak ada bedanya resep yang beliau share dengan resep dagangan beliau. Oya, pernah enggak ikut kursus tapi merasa pematerinya enggak all out? Kalau aku sih pernah. hihihihi



Kembali ke topik marmer cake ini, tekstur nya lembut dan tidak seret di tenggorokan, tapi kesan tekstur kue jadoelnya tetap kerasa, jadi match antara tekstur khas kue kuno dengan tekstur lembut kue-kue modern. Hanya saja saya tidak mahir bikin motif marmernya, semacam "bejo bejan" untuk mendapat motif yang diinginkan bagi saya, sepertinya jam terbang kurang dan butuh latihan terus, tapi yang jadi masalah adalah siapa yang akan makan hasil latihannya, secara dirumah hanya ada aku, suami dan dua krucil yang berperut kecil. hihihi...


Kenapa kue ini jadi special? Yang jelas selain komposisi bahan yang pas, pemilihan jenis / merk bahan juga mendukung sekali hasil akhir dari kue ini. Metode pembuatannya menggunakan sistem kocok telur terpisah sehingga membuat kue ini lembut dan tidak seret dimakan. Komposisi butter yang lumayan banyak membuat kue ini lembab, bahkan cenderung berminyak saat masih panas. Yang paling saya suka dari kue ini adalah tanpa menggunakan bahan pengembang sama sekali dan menggunakan kuning telur yang banyak untuk mendapatkan tekstur lembutnya. Baiklah langsung saja berikut resepnya.

Resep Marmer Jadoel by Siu Erl

Bahan:
Mentega 150gr
Wysman 150gr
Gula halus 250gr
kuning telur 10
putih telur 4
Terigu 150gr
Susu bubuk 25gr
Maizena 25gr
Coklat bubuk dan pasta coklat untuk bikin motif


Cara membuat:
- kocok mentega dan butter + gula 30 menit, setelah itu masukkan kuning telur satu per satu sambil di kocok
sebentar sampai tercampur rata kemudian sisihkan.
- kocok putih telur sampai kaku.
- masukkan terigu, susu bubuk dan maizena sambil di ayak kedalam adonan mentega, gula dan telor tadi kemudian diaduk rata dengan spatula dan terakhir masukkan kocokan putih telor yg sudah kaku lalu diaduk lagi dengan spatula sampai merata.
- ambil sebagian adonan dan beri coklat bubuk dan pasta coklat untuk belangnya.
- tuang adonan kedalam loyang bergantian sampai habis.
- oven suhu 180 derajat 35-45 menit.

Loyang bulat ukuran 22 cm
Loyang kotak ukuran 20 cm
Loyang tulban ukuran 24 cm
Semua ukuran loyang tingginya 7cm


Jangan lupa dipraktekkan ya Moms, biar tambah disayang suami dan anak-anak.

Happy Baking Moms...

Wednesday, March 18, 2015

Floss Roll Bun (*Abal-Abal)

DSC_0231

Assalamualaikum Moms...

Yeachhh... Pemilik blog lagi keranjingan baking ceritanya, di sela-sela rutinitas pengerjaan pesanan, selalu menyempatkan waktu buat eksekusi menu lainnya. Ceritanya ada sisa adonan roti, langsung kepingin bikin  Floss Roll Bun, karena enggak niat bikin ini dari awal, ya gitu deh, aku beri tambahan kata *Abal-Abal saja karena disesuaikan dengan bahan yang ada. hahaha...


Untuk resep dasar rotinya, bisa menggunakan resep andalan Moms sekalian ya, tinggal digiling tipis lalu panggang dan taburi wijen,eh jangan lupa dioles kuning telur dulu biar mengkilat warnanya. Nah dalam eksekusiku kali ini, rotinya over bake, alhasil saat digulung ada yang patah permukaan rotinya. Kelihatan kan bagian yang patahnya? Tapiiii, enak lho, langsung ludes, maklum penggemar olahan serba roti semua. hihihi...

Floss Roll Bun (*Abal-Abal)

Bahan :
adonan roti secukupnya, bisa pakai adonan di resep ini

-topping-
1 kuning telur kocok lepas
wijen secukupnya
daun bawang yang di iris secukupnya (aku tadi gak pakai)

-isi-
mayonaise secukupnya
abon sapi yang berserat secukupnya



Cara membuat :
1. Giling tipis adonan roti, taruh dalam loyang yang sudah bersemir margarin.
2. Setelah mengembang, oles dengan kuning telur, taburi wijen dan daun bawang iris.
3. Oven hingga matang.
4. Balik roti pada kertas roti, oles mayonaise pada bagian dalam roti dan taburi abon sapi merata, gulung segera selagi hangat.
5. Potong-potong, lalu oles mayonaise pada bagian sisi-sisinya, tutup dengan abon. Siap disajikan.

Happy baking Moms...

Monday, February 23, 2015

Pancake Durian


Assalamualaikum Moms...

Selamat pagi semua, lihat di label blogku, oh ternyata postingan terakhir tanggal 1 Februari kemarin, wah beneran males tinggat dewa ini kayaknya. hihihi... Kali ini aku posting resep pancake durian yang beberapa minggu terakhir jadi produk favorite di dapur-ziah, sekaligus memenuhi janjiku pada teman yang minta resepnya. Oya, ada juga teman yang tanya, kenapa aku memposting resep-resep jualanku, apa enggak takut dijiplak orang. Rejeki semua ada yang mengatur dan pasti tidak akan tertukar, pilihan membagi resep atau tidak itu jadi pilihan pribadi masing-masing, toh juga banyak resep bertebaran di google dan aku juga memakai itu, hanya beberapa saja yang aku modifikasi disesuaikan dengan selera dapur-ziah, setidaknya ilmu ini lah yang bisa aku bagikan dengan teman-teman yang lainnya, semoga bermanfaat itu saja tujuanku. Harapan kedepannya aku juga bisa mengundang teman-temanku untuk praktik bersama biar jelas dengan melihat langsung, tapi entah kapan akan terwujud, dapurku masih belum layak dapat kunjungan. hahaha...



Berikut resep pancake durian yang aku dapat di NCC, kulitnya resep bunda Fatmah Bahalwan yang sedikit aku modifikasi, isiannya ide mbak Nia Kurniasih.

Pancake Durian

Bahan :
-kulit-
3 butir telur, kocok lepas
1 sdm gula castor (aku tambahi soalnya ada yang kasih saran kulitnya diberi rasa manis sedikit)
500 ml santan cair (aku pakai susu UHT 500-600 ml)
1/2 sdt garam halus
250 gr tepung terigu protein sedang

-isian-
whipped cream non dairy, kocok kaku (bisa juga whipped cream bubuk plus air es sesuai petunjuk kemasan, kalau mau lebih kokoh, kurangi sedikit jumlah air es saat akan mengocok)
daging durian yang manis dan tidak keras

Cara membuat :
1. Campur semua bahan kulit, aduk rata dan sisihkan minimal 1 jam.
2. Saring adonan kulit, lalu dadar seperti membuat kulit lumpia, lakukan hingga adonan habis.
3. Setelah kulit dingin, ambil selembar kulit pancake, beri sesendok makan whipped cream lalu sesendok makan daging durian, lipat seperti membuat lumpia.
4. Dinginkan di lemari es sebelum disajikan.

Kulit untuk sekitar 25 buah.

Happy baking Moms...


Tuesday, November 4, 2014

Yang Sempat Terdokumentasikan


Selamat malam Moms...

Wah senangnya bisa mengunjungi blog lagi. Beberapa hari terakhir terlalu asyik dengan kegiatan dunia nyata, jadi terabaikan update blognya. hehehe... Untuk mengisi blog yang lama enggak diupdate isinya ini, aku share hasil fotonya saja ya? Hanya dua olahan yang sempat terdokumentasikan, sisanya sudah bisa dipastikan, melayang begitu saja. Mulai dari Pizza yang lagi booming beberapa minggu terakhir, Coffe Bun, Brownies, Pudding dan lainnya yang membuat beberapa saat terlupa dengan teman dunia maya-ku. Dan.... yang paling parah, Zie si "Preman Imoetku" memukul smartphone ku dengan microphone karaoke kesayangannya, hadewh... Yah, sudah lah, memang salahku naruh sembarangan. hihihi... Untuk resep cake, brownies, puding dan lainnya, silahkan diubek-ubek isi blog ini ya. Selamat berkarya di dapur.


Happy baking Moms...

Tuesday, October 21, 2014

Choco Almond Crispy Cheese


Malam Moms...

Ini salah satu variasi baru dari resep yang aku ikutkan dalam "mash up blueband" kemarin yaitu "Protal Chichees". Aku buat versi cokelat sehingga tanpa tape singkong di dalamnya. Pengen bikin dengan aneka versi sebenarnya, original, greentea ataupun yang ekstrim yaitu penambahan labu kuning di dalamnya, tapi ya gitu deh, keinginannya kuat tapi tidak didukung dengan semangat ngebaking di dapur yang memadai, maka sudah bisa dipastikan hasilnya adalah "nol". hihihi...


Yuk diintip resep aslinya di sini, untuk versi cokelat ini, aku hilangkan tapenya dengan mengganti jumlah tepung terigu protein rendahnya, menambahkan cokelat bubuk dan yang pasti gulanya ditambahi sesuai selera karena rasa manis tape sudah tidak ada. Penambahan gula disesuaikan saja ya? Kemarin percobaan pertama sempat aku beri gula terlalu banyak, alhasil rasanya kemanisan menurut lidahku. Alhamdulillah yang ini sudah pas menurutku, tapi masih tetap berkreasi lagi sampai benar-benar bisa bikin melayang yang menggigit cemilan crispy ini. Hussttt.... Sudah ada yang bilang mau pesan juga. Bakulnya lagi semangat ngerjain orderan. hihihi...

Happy baking Moms...

Friday, September 19, 2014

Kroket Kentang Keju


Selamat pagi Moms...

Pagi yang cerah untuk memulai baking. hehehe... Walaupun hari ini cerah, tapi tidak secerah moodku untuk berlama-lama di dapur. Berhubung aku dan Zie pecinta olahan kentang juga, akhirnya bikin kroket saja untuk cemilan Zie. Awalnya pengen coba bikin Pom-Pom Potato, tapi kagak jadi soalnya pengen olahan yang gurih saja hari ini. Kalau Pom-Pom Potato kan manis gurih karena ada keju plus susu kental manisnya. hehehe...


Lihat kan melelehnya keju di dalam kroket ini? Ya iyalah, kentang halus 250 gram ditambahi dengan 100 gram keju mozarella gitu loh. hahaha.... *Maaf yang punya blog hari ini agak congkak. Super mudah dan cepat membuat olahan ini, aku suka banget saat menggigit kroket jenis ini, lumer dimulut, apalagi dicocol saus sambal. hemmm... Hangat-hangat Zie langsung habis 2 Moms, entah lapar atau emang doyan. hahaha... Zie sekarang males makan nasi, senengnya cuma kentang, ubi, roti dan mie. Akhirnya mamanya yang bingung mesti ngasih makan apa ke dia. Oya, satu resep kemarin aku jadikan 10 buah, ukuran sedang.


Kroket Kentang Keju

Bahan :
250 gr kentang kukus, haluskan
100 gr keju mozarella, potong dadu kecil (boleh dicampurkan adonan atau ingin untuk isian saja)
3 siung bawang putih, haluskan
1/2 sdt garam bubuk (sesuaikan selera)
1/4 sdt merica bubuk
2 sdm tepung panir, untuk campuran adonan

1 butir telur untuk celupan sebelum dipanir, kocok lepas
tepung panir secukupnya untuk melapisi
minyak untuk menggoreng
saus sambal untuk penyajian

Cara membuat :
1. Campur semua bahan kroket hingga rata (kalau aku termasuk kejunya aku campur saja).
2. Bentuk bulat lonjong.
3. Celup ke kocokan telur, lalu gulingkan ke tepung panir.
4. Simpan dalam lemari es kurang lebih 1 jam.
5. Panaskan minyak, lalu goreng kroket hingga kuning kecokelatan.
6. Sajikan dengan saus sambal.

Happy baking Moms...

Saturday, September 13, 2014

Protal Crichees


Assalamualaikum Moms...

Alhamdulillah bisa posting lagi diblog, kali ini postingan Protal Crichees ku yang sebenarnya bisa dilihat resepnya di FB Blue Band Indonesia. Aku tuliskan ulang di blog untuk memenuhi permintaan temanku yang ingin melihat resep cemilan ini tetapi tidak bisa membuka link di atas, karena memang harus pakai PC untuk membuka detail resepnya. Cerita sedikit dulu ya, sebenarnya Protal Crichees ini ide awalnya adalah membuat Almond Crispy Cheese tapi pengen yang versi beda dengan yang sudah ada di pasaran, kalau biasanya ada yang versi greentea, cokelat, mocca ataupun kopi, kali ini pengen nyoba yang menggunakan tape. Jadilah gabungan prol tape dengan almond crispy cheese yang aku singkat jadi Protal Crichees.


Pada kesempatan ini, aku juga mau mengucapkan banyak terima kasih untuk teman-teman FB-ku yang sudah mau memberikan LIKE pada kreasiku ini. Semoga ALLAH membalas kebaikan teman-teman semua. Amin... Baiklah, ini dia resep Protal Crichees, semoga cocok dengan selera Moms sekalian.

Protal Crichees

Bahan :
80 gr tape singkong
25 ml SKM

2 butir telur
50 gr gula pasir

50 gr tepung terigu protein rendah
50 gr blue band cake and cookie, lelehkan (bisa juga menggunakan butter)

keju cheddar parut untuk topping
almond slice untuk topping

Cara membuat :
1. Campur tape dan SKM, sambil dilumatkan. Sisihkan.
2. Kocok telur dan gula hingga mengembang, masukkan campuran tape dan SKM secara bertahap sambil di aduk rata.
3. Masukkan tepung terigu secara bertahap, aduk rata.
4. Terakhir masukkan blue band leleh, aduk rata.
5. Siapkan loyang muffin dengan diameter 5-6 cm, oles dengan margarin tipis.
(*Bisa juga menggunakan silpat, lalu di buat bentuk bulat, tapi agak ribet karena harus telaten membentuk jadi bulat).
6. Tuang setengah sendok teh adonan dalam loyang muffin, ratakan, beri keju parut dan almond slice.
7. Panggang sebentar hingga set seluruh adonan dan mulai kering bagian pinggirnya (sekitar 5 menit), angkat dan taruh dalam loyang cookies datar biasa.
8. Lanjutkan memanggang dengan api super kecil hingga matang/warm mode (30-45 menit).

Happy baking Moms...

Sunday, September 7, 2014

Kastengel Wafer - IDFB#16



Selamat malam Moms...

Lebaran memang sudah lewat, tetapi semangat membuat kue kering alias cookies masih lanjut terus nih. Kalau saat lebaran tiba, semua toples pasti terisi oleh beragam cookies, mau makan si cookies bingung pilih yang mana dan akhirnya melihat saja sudah males untuk memasukkan ke mulut. Belum lagi kalau kita sendiri yang membuatnya, entah karena sudah bosan dengan aroma butternya atau mungkin sudah kekenyangan saat icip-icip tiap cookies matang dan baru keluar dari oven (kalau alasan yang ini, membuat cookiesnya sengaja waktu enggak puasa lho ya, hihihi...). Yang pasti saat hari "H", cookies itu jelas masih disayang-sayang untuk dimakan karena memang mau dipamerkan ke para tamu yang berkunjung. hehehe...


Untuk hari-hari pasca lebaran seperti ini, makan cookies itu mengingatkan masa-masa sebulan yang lalu saat masih ngumpul bareng keluarga, entah yang jauh atau dekat semuanya ngumpul di ruang keluarga sampai pada duduk di lantai karena kursinya enggak muat. Wah, jadi kangen lagi dengan mereka. hiks... Waduh jadi ngelantur kemana-mana, kembali ke inti postingan kali ini yaitu bertemakan "Cookies". Sebenarnya pengen membuat olahan yang merupakan perpaduan wafer dengan adonan cookies ini sebagai salah satu sajian lebaran kemarin. Berhubung virus malesnya selalu menempel di waktu ramadhan kemarin, makanya aku batalkan membuat cookies ini dan saat ada Challenge #16 dari Indonesian Foodblogger ini, akhirnya aku wujudkan keinginanku untuk menyantap Kastengel Wafer yang sempat tertunda.


Kalau resep yang sudah beredar olahan wafer dipadukan dengan kulit nastar, kalau aku lebih suka manis dipadukan dengan gurih, yaitu wafer cokelat dibalut dengan adonan kastengel yang gurih. Alhasil langsung ludes belum ada 12 jam lho, ini rekor cookies terlaris yang pernah aku buat. hehehe... Renyahnya wafer dibalut kastengel yang lumer di mulut, wuah... kagak tahan untuk membiarkan toples tertutup rapat, langsung saja dimasukkan mulut nih cookies daripada dibiarkan melambai-lambai minta digigit (yang punya blog lagi kena virus lebay deh kayaknya, hihihi...) Berikut resep Kastengel Wafer ala dapur-ziah.


Kastengel Wafer

Bahan :
125 gr butter
3 kuning telur
175 gr tepung terigu
25 gr tepung maizena
1/4 sdt baking powder
100 gr keju cheddar parut (boleh juga pakai keju tua / parmesan sesuai selera)

150 gr wafer cokelat ukuran super mini (semakin bagus kualitasnya semakin enak lho hasilnya)

kuning telur untuk olesan
keju cheddar parut untuk taburan

Cara membuat :
1. Kocok butter dan kuning telur asal rata.
2. Masukkan tepung terigu, tepung maizena dan baking powder, aduk rata dengan sendok kayu.
3. Masukkan keju parut, aduk rata.
4. Giling tipis adonan, potong masing-masing ukuran 2 x 8 cm, balutkan pada wafer cokelat, rapikan. Lakukan hingga adonan dan wafer habis.
5. Olesi bagian atas dengan kuning telur, taburi keju parut.
6. Panggang dengan api kecil hingga matang, sekitar 20 menit.

Mudah sekali kan membuatnya? Dijamin keluarga pasti suka. Salam IDFB...


Happy baking Moms...

Friday, September 5, 2014

Banana Cake


Assalamualaikum Moms...

Kali ini uji coba dengan banana cake lagi. Selalu suka dengan olahan pisang, ini salah satunya snack yang sering aku coba dengan berbagai variasi resep. Kali ini pakai resep dari "Live, Love and Sugar" yang sudah diuji coba oleh mbak Rachmah pemilik "Kedai Rachmah" di Surabaya. Pokoknya kalau resep sudah diuji coba oleh beliau dan mendapat review yang bagus pasti hasilnya memang tidak mengecewakan. Membaca review para teman blogger yang sudah mencoba resep ini pun sepertinya sangat menggoda untuk dieksekusi. Kalau Moms memang penggemar berbagai olahan pisang, wajib dicoba ya.


Banana Cake

Bahan :
115 gr unsalted butter
200 gr gula pasir (resep asli 225 gr)
2 butir telur
1 sdt vanila essens
250 gr tepung terigu protein sedang
1/2 sdt baking soda
3 buah pisang raja matang, lumatkan
75 ml buttermilk/yogurt (atau susu UHT + 1 sdt air jeruk lemon)

Cara membuat :
1. Kocok hingga mengembang butter dan gula.
2. Masukkan telur dan vaila essens lalu kocok rata.
3. Tambahkan terigu dan baking soda yang sudah diayak, sedikit demi sedikit. Aduk rata.
4. Tambahkan pisang lumat dan buttermilk, aduk rata.
5. Tuang dalam loyang ukuran 12x22 cm yang sudah dioles margarin dan dialasi kertas roti.
6. Panggang hingga matang dengan api sedang, sekitar 30 menit.

Happy baking Moms...

Thursday, September 4, 2014

Kastengel "Lumer"


Selamat siang Moms...

Kembali dengan postingan cookies setelah sekian lama serasa "mabuk" cookies pasca lebaran. Kali ini eksekusi kastengel dengan resep baru yang super lumer dimulut. Satu resep langsung ludes belum ada setengah hari. Anehnya dari kastengel buatanku kemarin ini adalah ada rasa yang super kaya, serasa ada ladanya juga, padahal wadah yang aku gunakan dijamin bersih, curigaku tertuju pada keju cheddar yang aku gunakan. Waktu memarut keju cheddar aku sedikit curiga kenapa teksturnya lebih lembek dari biasanya dan tercium aroma berbumbu gitu. Mungkin pabriknya habis produksi keju slice untuk isian burger, lanjut bikin keju cheddar ini. hahaha... Ini spekulasiku yang ngawur lho ya, jangan diambil hati. (*Peace buat pabrik kejunya!!!)


Dengan adanya rasa yang super kaya entah dari mana asalnya itu, justru membuat kastengelku laku keras, katanya enak gurih dan langsung lumer dimulut (*kata adik dan suamiku tanpa paksaan lho ya...). Semoga sisa keju yang ada itu satu produksi sama yang kemarin, jadinya kalau aku buat kastengel lagi bakalan kaya rasa juga. hahaha... Berikut resep Kastengel "Lumer" ala dapur-ziah.

Kastengel "Lumer"

Bahan :
3 kuning telur
125 gr butter
175 gr tepung terigu protein rendah
1/4 sdt baking powder
25 gr tepung maizena
75 gr keju cheddar parut (kalau suka asin boleh ditambah 1/4 sdt garam)


keju cheddar parut untuk topping
1 kuning telur untuk olesan

Cara membuat :
1. Kocok kuning telur dengan butter hingga tercampur rata.
2. Masukkan tepung terigu, baking powder dan maizena, aduk rata dengan sendok kayu.
3. Masukkan keju cheddar parut, campur rata.
4. Cetak sesuai selera, taruh di atas loyang bersemir margarin, beri jarak, oles dengan kuning telur, taburi keju cheddar parut.
5. Panggang hingga matang kurang lebih 15 menit.

Happy baking Moms...

Monday, September 1, 2014

Martabak Telur


Assalamualaikum Moms...

Apa kabar Moms??? Kembali hadir dengan olahan snack untuk teman minum teh di sore hari. Sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu buat cemilan ini, tapi seperti biasa, virus males ngeblog lagi kumat. hehehe... Olahan ini dalam rangka memberdayakan kornet sapi yang sudah dari bulan kemarin nangkring di dapur. Kalau mau bahan yang fresh, bisa menggunakan daging giling bukan kornet. Rasanya gurih dan pas buat santapan di sore hari.


Untuk kulitnya ini aku menggunakan tehnik seperti membuat kulit lumpia, hanya saja kulit ini hasilnya lebih empuk, tipis tetapi tidak mudah sobek, mungkin tepatnya mirip dengan kulit sosis solo. Dulu sudah pernah membuat yang kulit martabak versi abang-abang di pinggir jalan itu, tapi ternyata, ribet banget bikinnya karena harus direndam pakai minyak juga, hadewh... enggak mau mengulang yang ribet-ribet deh, pakai yang praktis saja tapi tetep enak dan cepat lenyap. hihihi... Langsung saja berikut resepnya.

Martabak Telur

Bahan :
-isian-
1/2 buah bawang bombay, rajang halus
100 gr kornet sapi (bisa juga menggunakan daging sapi giling)
1 sdt bumbu kari bubuk
1/4 sdt garam halus
minyak untuk menumis

4 butir telur untuk dicampur tumisan kornet
8 buah daun bawang, potong sesuai selera
garam secukupnya

-kulit-
100 gr tepung terigu protein sedang
1 sdm tepung maizena
1 butir telur
2 sdm minyak goreng
250 ml air
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk


Cara membuat :
1. Tumis bawang bombay hingga harum, masukkan daging kornet, masak hingga daging berubah warna, tambahi bumbu kari bubuk dan garam. Aduk rata, angkat dan dinginkan.
2. Campur semua bahan kulit, aduk hingga tidak bergerindil, saring jika perlu. Diamkan sekitar 10-15 menit.
3. Cetak kulit dengan wajan datar seperti membuat kulit lumpia, lakukan hingga donan habis.
4. Kocok 4 butir telur bersama tumisan daging kornet dan daun bawang, tambahi garam secukupnya.
5. Panaskan wajan untuk menggoreng dengan sedikit minyak.
6.  Ambil selembar kulit, taruh dalam piring cekung (untuk memudahkan melipat tanpa keluar isiannya), beri 2 sendok makan isian, lipat seperti amplop ukuran besar, masukkan wajan yang sudah diberi sedikit minyak dengan posisi lipatan di atas agar telur tidak keluar dari kulit. Balik martabak jika sudah set isiannya, goreng hingga matang.
7. Siap disajikan dengan saus sambal atau cabe rawit.


Happy baking Moms...

Friday, August 29, 2014

Onion Ring Crispy



Assalamualaikum Moms...

Alhamdulillah bisa kembali update blog lagi. Hari ini badan mulai terasa meriang, sepertinya flu akan kembali menyerang. Menu hari ini super simpel, hanya sayur bening dengan telor ceplok saja, perpaduan badan meriang dan males yang sangat hebat. Tapi saat mengupas bawang, kok melihat dua buah bawang bombay yang entah sejak kapan nangkring di dapurku. Alhasil aku buat  Onion Ring Crispy saja, yang super simpel dan bisa buat cemilan.


Sebenarnya banyak versi yang sudah beredar tentang bumbu Onion Ring Crispy ini, tapi aku selalu pakai resep dari Sajian Sedap, tapi seperti biasa, aku sesuaikan saja dengan stock bahan di dapurku. Jangan dibayangkan rasanya getir seperti bawang goreng ya, ini hasilnya krispi banget dan gurih, seperti gorengan renyah yang berasa banget bumbu bawangnya, ya iyalah memang yang digoreng kan si bawang itu. hehehe... Wajib dicoba Moms biar enggak penasaran sama rasanya, dicocol dengan saus sambal, rasanya tambah nendang lho, sayang mayonaiseku tadi sudah enggak layak konsumsi.

Onion Ring Crispy

Bahan :
2 buah bawang bombay, potong bulat dengan tebal sekitar 1/2 cm
1/2 sdt garam bubuk
1/4 sdt merica bubuk
1/4 sdt kaldu ayam bubuk

-bahan celupan-
75 gr tepung bumbu instan
75 ml air es

-bahan balutan tepung-
100 gr tepung terigu protein sedang
25 gr campuran tepung beras+tepung tapioka
1/2 sdt garam bubuk
1/4 sdt merica bubuk
1/4 sdt kaldu ayam bubuk

minyak untuk menggoreng
saus sambal / mayonaise untuk pelengkap sajian

Cara membuat :
1. Lumuri bawang yang sudah dipotong dengan garam, merica dan kaldu ayam, diamkan selama 10 menit.
2. Campur bumbu celupan, sisihkan.
3. Campur semua bahan balutan tepung, sisihkan.
4. Panaskan minyak dalam wajan.
5. Ambil bawang yang sudah berbumbu, masukkan bahan celupan, lanjut balut dengan bahan balutan sambil sedikit dicubit-cubit agar tekstur tepungnya keriting.
6. Goreng hingga matang.

Happy baking Moms...

Monday, August 25, 2014

Triple Choco Brownies ala "Ummu Allegra"


Selamat malam Moms...

Akhirnya keturutan bikin Triple Choco Brownies ala Ummu Allegra ini. Sudah booming sejak bulan kemarin, tapi mau bikin kok ya masih males. Alhamdulillah hari ini jadi juga eksekusi brownies super bikin heboh salah satu group masak di FB itu. Dinamakan Triple Choco karena diresepnya mengandung tiga jenis cokelat, yaitu cokelat bubuk, cokelat batang (DCC) dan chocochips. Ada embel-embel judul "sungai chocolatozzz..." sebenarnya di resep aslinya, soalnya memang ada guratan DCC cair dipermukaan atasnya yang mirip aliran sungai, berhubung aku taburi almond slice jadi kagak kelihatan ya Moms aliran sungainya. hehehe... (*baca:kehabisan stock chocochips)


Berikut resep Triple Choco Brownies ala Ummu Allegra.

Triple Choco Brownies

Bahan :
7 butir telur
400 gr gula pasir
250 gr gula palm
1 sdt vanili essens

-ayak semua bahan berikut-
400 gr tepung terigu protein sedang
1 sdt baking powder
1,5 sdt soda kue
50 gr cokelat bubuk

225 ml minyak goreng
200 gr DCC, lelehkan (bagi menjadi 2 bagian separuh untuk olesan bagian atas nanti)
100 gr chocochips (aku pakai 50 meises soalnya lagi gak ada stock chocochips)

chocohips / almond slice untuk taburan

Cara membuat :
1.Panaskan oven.
2. Kocok telur, gula dan vanili essens hingga gula larut (jangan over ya nanti enggak jadi brownies malah jadi sponge cake lho, hihihi...).
3. Masukkan campuran terigu, baking powder, soda kue dan cokelat bubuk yang sudah diayak. Aduk rata.
4. Masukkan minyak goreng, aduk rata.
5. Masukkan setengah dari DCC leleh, aduk rata.
6. Masukkan chocohips, campur.
7. Tuang dalam loyang ukuran 10 x 30 cm sebanyak 3 loyang.
8. Beri guratan DCC pada permukaan adonan sehingga membentuk aliran sungai, beri chocochips atau almond slice.
9. Panggang hingga matang (permukaan sudah set tapi bagian dalam masih empuk).


Happy baking Moms...

Friday, August 22, 2014

Coffee Bun dengan Aneka Variasi Filling


Hallo Moms...

Apa kabar hari ini? Akhirnya bisa kembali berbagi resep ya, Kali ini mau share berbagai varian Coffee Bun yang biasa aku buat. Yang pasti harus dan wajib ada yang isian cokelat, karena ini favorite si papap. Kalau aku lebih suka versi original saja, lebih berasa kopinya. Tapi yang manapun yang ada, pasti tetap aku makan. hihihi...


Untuk resep rotinya, aku selalu pakai resep yang biasanya saja, sudah terlanjur cinta sama resep ini, hasil rotinya sesuai selera lidah keluarga kami. Sudah pernah juga aku share resep Coffe Bun ini di sini ya. Yang ini juga sama persis seperti resep itu, hanya saja aku beri isian cokelat dan vla vanila sebagian adonannya. Untuk topping aku buat dua resep, yang satu resep seperti biasanya, sedangkan satunya lagi versi cokelat. Berikut aku tuliskan semua versi yang aku buat, mulai dari yang oroginal, isi cokelat dan isi vla vanila, silahkan pilih sesuai selera, semoga enggak pusing dengan resep yang panjang karena memang beberapa versi.


Coffe Bun "Aneka Versi"

Bahan :
-roti-
11 gr (1 sachet) ragi instan
275 ml susu UHT, hangatkan (bisa juga menggunakan air + susu bubuk)

400 gr tepung terigu protein tinggi
200 gr tepung terigu protein sedang
5 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
3 kuning telur
100 gr mentega
1 sdm minyak sayur
1 sdt bread improver (optional, tadi aku enggak pakai, soalnya lupa aku taruh dimana, hehehe)

-filling original-
100 gr unsalt butter
2 sdm gula pasir halus
1/4 sdt vanila essens

-filling cokelat-
100 ml whipcream cair (bisa juga menggunakan whipcream bubuk + air es)
100 gr DCC
(bisa juga beli isian cokelat siap pakai di TBK)

-filling vla vanila-
50 gr vanila vla bubuk + pengencer sesuai petunjuk kemasan (minyak/air sesuai petunjuk)
(bisa juga beli vla vanila siap pakai di TBK)

-topping original-
50 gr butter
40 gr gula halus
38 gr kuning telur (aku edit menjadi 1 butir putih telur, hasilnya lumayan agak lama kriuknya si topping)
1 sdt kopi bubuk instan seduh dengan 1 sdt air panas (aku ganti dengan 1 sdt essens kopi)
sejumput kayu manis bubuk (kemarin aku enggak pakai agar aroma kopinya dominan)
50 gr tepung terigu ( aku pakai protein rendah)

-topping cokelat-
50 gr butter
40 gr gula halus
38 gr kuning telur (aku edit menjadi 1 butir putih telur, hasilnya lumayan agak lama kriuknya si topping)
1 sdt kopi bubuk instan seduh dengan 1 sdt air panas (aku ganti dengan 1 sdt essens kopi)
sejumput kayu manis bubuk (kemarin aku enggak pakai agar aroma kopinya dominan)
40 gr tepung terigu ( aku pakai protein rendah)
10 gr cokelat bubuk

Cara membuat :
1. Campur ragi instan dengan 150 ml susu hangat, diamkan hingga berbusa.
2. Campur semua bahan roti, masukkan susu yang sudah dicampur ragi instan sedikit demi sedikit, lanjutkan dengan sisa susu tanpa ragi, bila dirasa sudah cukup, hentikan memasukkan susu.
3. Uleni hingga kalis, tutup plastik, diamkan selama 45 menit. Sisihkan.
4. Untuk membuat isian original, campur semua bahan hingga rata, bekukan, lalu potong kotak-kotak sesuai ukuran yang diinginkan. Jika isian cokelat, panaskan whipcream hingga hangat saja, matika api dan masukkan DCC, aduk-aduk agar leleh, dinginkan di lemari es.
5. Toppingnya, kocok butter dan gula halus hingga mengembang, masukkan telur, essens kopi, kocok rata, masukkan tepung (plus cokelat bubuk bila yang versi cokelat), kocok rata. Taruh dalam plastik segitiga, siap digunakan.
6. Membuat rotinya, kempiskan adonan yang sudah difermentasikan, bagi menjadi 24 bagian, masing-masing sekitar 50 gr. Bulatkan adonan, pipihkan, lalu isi dengan filling, tutup dan bentuk bulat kembali. Taruh dalam loyang bersemir margarin, beri jarak karena adonan akan mengembang. Biarkan mengembang, tutup plastik.
7. Sambil menunggu adonan mengembang kembali, panaskan oven.
8. Setelah adonan mengembang, beri topping di bagian atasnya dengan cara potong sedikit ujung plastik segitiga, taruh adonan topping di atas adonan roti dengan cara melingkar seperti obat nyamuk bakar, mulai dari tengah.
9. Oven selama 20 menit atau sampai matang dengan suhu panas.


Happy baking Moms...