Showing posts with label Snack. Show all posts
Showing posts with label Snack. Show all posts

Thursday, May 27, 2021

Pizza Ekonomis Enak Dengan Pinggiran Sosis


Assalamualaikum Moms,

Alhamdulillah kita diberi kesehatan sampai hari ini. Kali ini mau share cara membentuk pizza dengan pinggiran sosis ya. Duluuuuuu sekali awalnya saya mulai berjualan pizza, seiring waktu merambah ke brownies dan cake, hingga akhirnya saya menghentikan jualan pizza dan konsen ke tart, karena memang banyak pertimbangan ya. Pizza gak bisa nyetok bahan terlalu lama, harus sering berbelanja, kemudian jaman itu belum ada kurir online seperti sekarang, kendala pengiriman saat itu menjadi momok, karena saya merantau, kalau kirim-kirim sendiri terasa waktu banyak digunakan di jalan, sementara ada anak juga di rumah, selain itu jg mulai bermunculan banyak penjual pizza online sehingga saya lebih memilih kosen ke tart saja kala itu.

Pizza saya yang laris kala itu adalah dengan pinggiran sosis seperti di foto. Langkah-langkah menata sosisnya bisa dilihat di setiap foto di postingan ini ya Moms. Mula-mula pipihkan adonan di tengah loyang, kemudian beri irisan sosis di tepi adonan. Lalu lipat pinggiran adonan ke dalam menutupi sosis. Kemudian potong adonan dengan pisau disela-sela sosis. Putar posisi potongan sosis sehingga tampak menghadap ke atas. Lakukan hingga semua sosis menghadap ke atas, lalu pipiihkan adonan hingga ke pinggir loyang. Semoga paham ya Moms step-step yang saya maksud, kalau gak paham langsung komen di bawah saja, DM di IG atau via WA aja, di FB saya sudah jarang OL. hihihihi... Ini maaf pakai foto-foto lama saat baking bareng di rumah temenku di malang dulu tahun 2016an. hehehe... Jadi kangen sama mereka yang saat ini benar-benar jarang ketemu karena kesibukan masing-masing dan juga karena sudah terpisah jarak yang begitu beragam domisili kita saat ini.


Untuk saus nya sendiri silahkan sesuaikan selera ya. Bisa membuat sendiri atau menggunakan saus siap pakai. Sementara untuk toppingnya bervariasi ya, silahkan sesuaikan dengan selera. Kalau saya suka topping sosis, paprika, jagung manis, jamur, bombai dan keju mozarella yang banyaaak. hehehehe... Kalau untuk pinggirannya bisa diganti juga dengan keju ataupun polosan ya.


Untuk yang ingin membuat pizza garing dan tipiiis, silahkan di bagi menjadi 3loyang ya resep di bawah ini. Kalau saya suka membuat yang agak tebal. Alasannya di rumah cuma dikit penghuninya, kalau bikin akhirnya pasti sampai nyimpen buat keesokan harinya. Kalo bikin yang garing kemudian dipanasi lagi, hasilnya malah semakin garing, jadi bikin yang agak empuk, begitu ada sisa dan dihangatkan lagi tetep enak. heheheheh... Gak mau rugi banget kan saya? hahahaha... Yuk silahkan dicek resepnya, dipraktekan ya Moms biar tambah disayang keluarga. 


PIZZA

DOUGH (untuk 2 loyang diameter 22cm)

Bahan:

200gr tepung terigu protein tinggi

1 sdt gula pasir

4 gr ragi instant

2gr bread improver

100 ml air / susu cair

1 kuning telur

25 gr margarine/mentega

½ sdt garam halus

 

Cara membuat:

Campur semua bahan kecuali margarine/mentega dan garam halus, uleni hingga setengah kalis. Lalu masukkan margarine/mentega dan garam halus, uleni kembali hingga kalis. Bulatkan dan diamkan selama 30 menit. Bagi menjadi 2 bagian, kemudian cetak di atas loyang.


SAUS PIZZA

Bahan:

5      siung bawang putih, Rajang halus

1      buah bawang Bombay Rajang kasar

170gr pasta tomat

250 gr tomat segar, rebus lalu rajang kasar

250 gr saus tomat

1 sdt oregano bubuk

1 sdt basil bubuk

Garam halus secukupnya

Lada bubuk secukupnya

Gula pasir secukupnya

Cara membuat:

Tumis bawang putih hingga harum, masukkan bawang Bombay, tumis sampai bawang Bombay layu. Masukkan pasta tomat, tomat segar yang sudah direbus dan dirajang dan saus tomat. Aduk2 hingga mulai mendidih, masukan bumbu-bumbu, aduk rata dan cicipi hingga didapat rasa yang sesuai. Setelah mendidih, matikan api dan tunggu saus dingin. Setelah dingin siap diblender.  Saus siap dipakai.



TOPPING

Sosis secukupnya

Paprika potong secukupnya

Bawang bombay potong secukupnya

Jagung rebus secukupnya

Jamur secukupnya

Keju moza rella parut  secukupnya

Keju cheddar parut secukupnya



CARA MENATA TOPPING

Ambil Loyang yang sudah diberi adonan dough, tusuk-tusuk dengan garpu. Beri saus secukupnya di atas adonan dough. Mulai beri toppig sesuai selera. Proofing. Panggang dengan suhu oven 200-225 derajat Celsius tergantung oven masing-masing selama kurang lebih 7-10 menit, sesuiakan dengan kondisi oven masing-masing.

Jika ingin membuat pizza Teflon, tata adonan dough di teflon, panggang dengan api sangat kecil hingga matang. Jangan lupa ditutup teflonnya.



Selamat mencoba.

Happy baking Moms.

Monday, May 24, 2021

Macaroni Schotel (Mac and Cheese) ala dapur ziah



Assalamualaikum Moms,

        Kali ini mau share resep macaroni schotel atau ada juga yang bilang mac and cheese, bedanya dimana sih, saya jujur juga gak tahu karena secara bahan dan tehnik pembuatan mirip-mirip menurut saya, silahkan yang tahu bedanya komen di bawah. Ini resep yang biasa saya pakai jualan, kalau soal kualitas sebenarnya tergantung permintaan konsumen ya. Misal ada yang minta kualitas biasa aja karena terkendala budget karena mau order lumayan banyak, cukup kita skip daging sapi dan kita ganti dengan sosis yang dicincang, bisa juga cooking cream kita ganti dengan susu UHT saja agar lebih low budget. Yang jelas kita harus pandai-pandai mix and match bahan agar harga sesuai budget konsumen kita. Kalau untuk dimakan sendiri pastikan gunakan bahan premium agar tambah disayang keluarga. wkwkwkkkw.... 

        Kalau untuk snack box, biasanya saya menggunakan bahan yang standart saja karena memang harga percup ya berkisar 5000 sampai 6000an saja, tetapi jika yang order minta loyang besar saya menggunakan bahan yang lebih premium karena memang disesuaikan dengan harga jual ya. Untuk cup besar harga 80-125rb an tergatung request ya. Misal yang harga 80rb an saya menggunakan sosis dan daging asap cincang dipadu dengan cooking cream, keju parmesan dan susu UHT, tidak lupa dengan krim keju dan juga taburan mozarella yang melimpah. Nah untuk harga 125rb bisanya selain sosis dan daging asap juga menggunakan daging sapi giling, tidak lupa selain mozarella juga ada keju slice dalam produk ini, dan ditaburi dengan keju tua semena-mena penuh cintaaaaa... wkwkwkwkwkwk..... Perlu diingat ya, jangan skip cooking cream dan keju parmesan kalau mau enak, karena menurutku itu adalah "MICIN" terenak dalam membuat aneka olahan pasta hihihi...


        Agar resep tidak mudah terlupakan, sebenarnya caranya simple, cukup sering-sering dipraktekan, lama-lama nempel sendiri resep itu diingatan kita. Kalau mau rapi silahkan diprint taruh di map khusus, cuma ya gitu, biasanya terus lupa dipraktekan. heheheheh... Atau tulis resep di kertas kecil, saya biasanya di belakang struk belanja, lalu tempel di dapur pakai isolasi.  hahahhaha... Kalau teman-teman yang sering ke rumah saya pasti tahu kalau resep-resep saya itu saya tempel-tempel gitu di dapur. Ada yang di dinding dekat kompor, di kulkas ada juga yang di deket oven. Biar kalo pas bikin terus lupa tinggal noleh udah inget. Soalnya kalau seminggu aja gak bikin menu itu, pasti sudah lupa takarannya, maklum sudah tua. hihihhi... Apalagi kalau musim bikin kue kering, pasti banyak tempelan kertas dimana-mana. Saya suka uji coba resep, entah dari blogger ataupun youtuber indonesia maupun luar negeri. Uji coba sampai ketemu resep yang sreg dengan selera saya dan praktis membuatnya. Berikut resep ala-ala dapur ziah, silahkan dicoba semoga juga cocok dengan selera Moms semua.


Macaroni Schotel (Mac and Cheese) ala dapur ziah

Bahan :

A. 300gr macaroni

    1500ml air untuk merebus

    1sdm minyak untuk merebus agar tidak lengket macaroninya

    1sdt garam

B. 1sdm margarine

    3siung bawang putih rajang halus

    1buah bawang bombay rajang halus

    250gr daging sapi giling

    8pc sosis sapi potong-potong

    8lembar daging asap potong-potong

    1 sdm italian herbs

    1 sdt garam halus

    1/2 sdt kaldu jamur

    1/2 sdt lada bubuk

    1 sdm parmesan bubuk

    1 sdm pasta tomat 

    2 sdm saus tomat (jika ingin warna lebih merah silahkan tambahkan sampai 8-10sdm,

    jujur saya kurang suka yang banyak saus tomatnya, hehhehe...)

C. 2sdm margarine

    3sdm tepung terigu

    750ml susu UHT plain

    250ml cooking cream

    100gr keju cheddar parut halus

    1sdt lada bubuk

    1sdt garam halus

    1/2sdt pala bubuk

    1/2sdt kaldu jamur

    2sdm parmesan bubuk

D. Mozarella parut secukupnya

    Keju slice secukupnya

    Parmesan bubuk secukupnya

    Keju cheddar parut secukupnya

    Italian herbs secukupnya

    Saus sambal

Cara membuat:

1. Kita mulai dengan bahan B, tumis bawang putih dan bombay hingga harum dan layu, masukkan daging giling, tumis sampai daging berubah warna dan matang, lalu masukkan bahan-bahan lainnya, cicipi rasanya, angkat dan sisihkan. Saya memang tidak menggunakan tomat fresh biar lebih simple saja membuatnya, kalau mau pakai tomat fresh boleh, silahkan kurangi saus tomatnya.

2. Membuat saus bechamel bahan C, panaskan margarine lalu masukkan tepung terigu, goreng sampai tepung matang dan berubah warna kecokelatan, lalu masukkan susu UHT sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tidak bergerindil, lakukan sampai susu UHT habis. Lalu masukkan cooking cream dan bahan lainnya, aduk terus sampai keju larut dan mulai mendidih, cicipi rasanya. Angkat dan sisihkan. Sisihkan 1/4 bagian saus bechamel untuk topping nanti.

3. Setelah itu kita rebus macaroni pada bahan A, panaskan air hingga mendidih, masukkan macaroni, garam dan minyak, rebus hingga 3/4matang, jangan over ya biar nanti tidak terlalu lembek hasilnya karena akan kita masak ulang dengan cara dipanggang lagi nanti. Angkat dan tiriskan.

4. Setelah semua siap, campur semua A, B dan C menjadi satu. Tata dalam loyang pirex atau cup aluminuim foil sesuai selera, tutup bagian atas dengan 1/4 bagian saus bechamel yang kita sisihkan tadi, beri keju slice lalu taburi keju mozarella, taburi parmesan bubuk, italian herbs dan keju cheddar parut jika suka. Jika ingin lebih ngeju, silahkan tambahkan keju cheddar parut kasar dalam adonan dalamnya, beri yang banyak agar saat disendok nanti sensasi kejunya sangat berasa saat digigit.

5. Panggang dengan suhu 180derajat celcius selama 30menit untuk cup kecil, 45-60 menit untuk cup besar. Sesuaikan dengan panas oven masing-masing.

6. Macaroni Schotel (Mac and Cheese) ala dapur ziah siap dinikmati dengan saus sambal. Enakkkkk...

Yang enggak mau ribet silahkan order saja. hahaha... Ada yang mau dibikinkan versi videonya? Komen di bawah. Selamat mencoba.

Happy baking Moms.

Saturday, February 2, 2019

Cheese Soft Bread


Assalamualaikum Moms...

Kali ini mau menebar virus ngeroti ya, yang jelas ini roti empuk banget walau tanpa bahan pengempuk yang itu tuhhh... Tapi tetep ya, kudu kalis elastis syarat mutlaknya. Sebenarnya saya sudah gak pernah terima orderan aneka roti dan donat, kenapa, saya gak sempat bikinnya, bikin roti butuh proses yang lama dan harus berkelanjutan, maksudnya tidak bisa ditinggal-tinggal biar enggak over proofing. Karena rutinitas sebagai mama yang kadang merangkap sebagai inem dan tukang ojek anak, maka sudah beberapa bulan ini saya memutuskan off dulu dari aneka pesanan rerotian. Etapiiiiii, ya tetep sesekali bikin roti atau donat dalam jumlah kecil, untuk cemilan keluarga.


Penggunaan bahan tambahan tidak dipungkiri pasti memiliki efek terhadap tubuh seseorang bila diberikan secara kontinu, katakanlah hanya sekian gram, tapi bila dikonsumsi tiap hari pasti akan menumpuk di dalam tubuh. Karena setiap bikin roti saya pasti mengutak-atik bahan biar tetep empuk walaupun untuk keesokan harinya. Berikut ini saya share beberapa tips yang pernah saya lakukan dan membuat roti hasil ngulen saya bisa empuk sampai 3 hari tanpa bahan tambahan pengempuk dll.

Yang pertama adalah tepung, saya memang selalu menggunakan tepung komachi untuk membuat roti, kenapa? Ya sudah cocok saja dengan tepung ini. Tapi tidak berarti full komachi ya, saya selalu menambahkan sedikit tepung protein sedang misal merk segitiga untuk mendapatkan tekstur yang saya inginkan. Kalau full komachi hasilnya menurut saya terlalu molor dan kenyal. Untuk perbandingannya sih tergantung feeling aja, misal komachi 500gr, tepung segitiganya 50gr.


Yang kedua adalah cairan, yang saya maksud di sini adalah bahan cairnya misal air/susu/telur dll yang jelas menyumbang basah pada adonan. Untuk takaran cairan, ini yang agak susak dijelaskan ya, karena setiap merk tepung pasti kebutuhan cairannya berbeda, bahkan merk yang sama dibeli saat yang berbeda, jumlah air yang dibutuhkan belum tentu sama. Khusus ini kudu pakai ilmu feeling lagi, kalau sudah biasa ngadon roti pasti tau kelembekan adonan yang pas. Kalau terlalu lembek nanti susah dibentuk karena lengket ditangan, tapi kalau kurang air dijamin rotinya cepat atos alias keras. Untuk menghasilkan roti yang empuk, saya memadukan susu UHT dingin dan whipped cream cair, kenapa? Sesuai eksperimen saya, hasilnya tetap empuk untuk 3 hari kedepan. Untuk telur, saya wajib pakai kuning telur karena ini yang akan menyumbang keempukan roti kita.

Yang ketiga adalah isian roti, entah kenapa setiap roti yang diisi dengan adonan cokelat pasti tidak tahan lama empuknya. Alhasil saya pun penasaran dan menjelajahi mbah google, ternyata memang isian cokelat entah itu meisis, filling cokelat, dcc, dll yang jelas mengandung bahan cokelat memang menyerap kelembaban, sehingga roti cepat kering dan tidak awet moist, inilah yang mambuat roti isian cokelat lebih tidak tahan empuk dibanding dengan isian yang basah seperti selai srikaya dll. Mungkin kalau ada yang tau alasan tepatnya bisa komen ya di bawah.



Untuk bahan lainnya misal gula, ragi instan, garam, susu bubuk dan butter ini tergantung keinginan ya, saya suka memblender gula pasir untuk ngadon roti biar cepat kalis. Kalau raginya menggunakan merk terserah, asal masih bagus dan tidak rusak biar adonan bisa mengembang. Pemberian sedikit garam halus menyumbang rasa gurih pada roti dan dia juga sebagai kontrol kerja ragi lho sebenarnya, jadi ada yang menekan kerja ragi saat kita sedikit over proofing adonan, mungkin karena ditinggal nonton drakor. #Ehhh.... Kalau susu bubuk ini tidak wajib ya, karena kita sudah pakai susu UHT untuk cairannya, tapi kalau pakai air, beri susu bubuk biar lebih nyusu hasil rotinya. Butter merknya terserah juga, semakin mahal semakin enak. hihihi....

Yang tidak kalah penting adalah pasca roti matang ya. Saat sudah diangkat, usahakan segera dikemas dalam wadah kedap begitu roti sudah hangat menjelang dingin, nah gimana ya? Yang jelas tidak terlalu panas cukup uapnya hilang, tapi jangan sampai dingin dan kelamaan diangin-anginkan, kemas dalam wadah kedap atau langsung dibungkus plastik satu-satu. Kalau masih terlalu panas roti cepat berjamur karena uap tidak bisa keluar, kalau terlalu dingin roti akan cepat keras. Yahhh yang sedang-sedang sajalah. hahaha....

Baiklah daripada saya ditimpuk sendal jepit karena kepanjangan narasi, berikut resep roti yang soft banget menurut saya.

Cheese Soft Bread

Bahan:
425gr komachi
25gr tepung segitiga
2 sdm susu bubuk
50 gr gula pasir (*ditambahi boleh ya bagi yang pengen adonan lebih manis)
7gr ragi instan

2 kuning telur + 50gr whipped cream cair + susu UHT dingin ditimbang total cairan 300gr (disesuaikan dengan kelembaban tepung)

5gr garam halus
80gr butter

isian sesuai selera, saya pakai milky soft cheese milik kraft

Cara membuat:
1. Campur semua bahan kering.
2. Tambahkan bahan cair, ulen hingga stengah kalis.
3. Masukkan garam dan butter, ulen kembali hingga kalis elastis, bila dibentangkan sudah terbentuk lapisan tipis seperti balon yang ditiup itu ya alias window pane.
4. Bulatkan adonan dan istirahatkan sekitar 30-45menit.
5. Timbang adonan sesuai selera kemudian kita rounding.
6. Isi dan bentuk sesuai selera.
7. Proofing kembali sekitar 45-60 menit sampai ukuran 2x lipat dari semula.
8. Oles dengan susu UHT cair lalu panggang dengan suhu 180-200 derajat celcius selama 15-20 menit, tergantung oven masing-masing dan besar kecil ukuran roti ya.
9. Angkat dan keluarkan roti, segera oles permukaan dengan butter agak mengkilap.
10. Siap disajikan

Happy baking Moms...

Tuesday, October 16, 2018

Lapis Legit Gulung


Assalamualaikum Moms...

Walaupun demam lapis legit gulung sudah berlalu, gakpapa lah ya baru di share sekarang di blog dapur-ziah. Katanya sih lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. hahahha.... Sebenernya niat bikin ini sudah sejak bulan lalu, sampai beli loyangnya juga. Tapi apa daya nunggu niat ini membara di dada kok ya lama banget baru bisa terlaksana. Harap maklum bakul kue yang satu ini semacam bakul abal-abal yang kerjanya juga tergantung "mood". Sepertinya saya pengen nempel bantal saja kalo sudah kelar orderan, enggak mau baking lagi kalau sudah beres buat orang, sampai-sampai suami mau nantangin bayar buat dibikinkan kue requestnya. hahhaha... Kebangetan banget ya ini saya.


Kue lapis legit gulung ini ukuran sedang cenderung mini ya hasil roll nya, lihat di gambar atas dengan perbandingan segitu sama tangan saya. Tehnik membuatnya sama dengan membuat lapis legit biasanya, yang jelas syarat akan kuning telur. Sehingga rasanya dijamin enak, kalau bahasa Blitar sih "angklek" saat digigit, dia padat tapi empuk ya bukan bantat, ya ciri khas kue dengan banyak kuning telur lah intinya.


Dulu saya mau ikut kursus bikin lapis legit gulung ini di Malang beberapa bulan lalu. Kemudian suami bilang, emangnya bakalan dipakai nanti pasca kursus? Maklum lah, sering ikut beberapa kelas kursus tapi ilmunya ngangkrak enggak kepakai sama sekali, karena memang passion saya sepertinya lebih ke kue tart saja. Akhirnya saya mundur teratur, enggak jadi ikut kelas chef ternama itu. Walaupun saat mengambil keputusan tidak ikut kelas itu saya sambil kecewa.


Alhamdulillah sekarang bisa bikin juga. Ini percobaan pertama saya bikin lho. Kalo saya sekali bikin sudah lumayan begini, pasti Mommy sekalian juga bisa. Guampang banget kok ini bikinnya. Ini saya pakai loyang 22 x 57cm beli di IG mbak Putriipermanaa (*bukan endorse ya ini murni beli, dan memang memuaskan, loyangnya tebal), jadi cukup 1 lapis saja, lalu diroll. Kalau misal Mommy punya loyang yang ukuran 22x30cm atau 24x24cm bisa dijadikan 2 lapis. Jadi setelah separuh adonan dituang, panggang, lalu tuang lagi separuh adonan berikutnya, taburi prunes, panggang lagi hingga matang, keluarkan dari loyang, oles susu kental manis atau selai kemudian baru digulung.


Untuk lapis legit gulung ini saya pakai resep mbak bebeb Lindawaty di IG dapur_lindawaty, yang jelas dari semua resepnya enak semua. Pasti selalu mupeng tiap beliau posting resep baru. Oiya, dari setiap resep hasilnya belum tentu sama ya Moms, tergantung bener tidak tehnik pembuatan dan merk bahan yang kita pakai. Kemudian untuk masalah mentega alias butter, ini bener-bener menyumbang besar untuk rasa dan aroma cake, apapun cake nya. Sehingga pastikan menggunakan butter kualitas bagus untuk menciptakan hasil yang memuaskan. Tetapi semua kembali ke pasar Mommy sekalian bagi yang berjualan, kalau untuk keluarga pastikan menggunakan bahan-bahan pilihan ya, biar tambah disayang suami. hihihi...


Lapis Legit Gulung Dapur_Lindawaty
rebake by dapur-ziah

Bahan :
145gr butter ( resep asli 60gr margarin + 85gr butter)

10 kuning telur (pastikan segar)
100 gr gula pasir
1/2 sdt vanilli

30 gr tepung terigu (sy pakai kunci)
1 sdm susu bubuk
1/2 sdm maizena, ayak semua bahan kering

prunes untuk taburan atas



Cara membuat :
1. Mixer hingga lembut butter, sisihkan.
2. Mixer kuning telur, gula dan vanili hingga mengembang, kental berjejak (sy pakai hand mixer sekitar 8-10 menit).
3. Masukkan ayakan tepung ke adonan telur, aduk balik hingga rata.
4. Masukkan butter kocok ke adonan telur.
(saya selalu menggunakan tehnik pancing ya apapun kuenya di bagian yang ini, jadi ambil sedikit adonan telur, masukkan ke butter kocok, aduk merata, kemudian adonan ini tuang ke adonan telur, baru kemudian aduk balik sampai homogen. Menggunakan tehnik pancing ini bertujuan agar adonan butter bisa cepat tercampur rata dengan adonan telur dan tepung, sehingga kita tidak over mix yang menyebabkan adonan akan turun banyak dan kue bantat).
5. Tuang ke loyang ukuran 22x57cm untuk 1 lapis saja, ratakan, taburi prunes. (kalau ukuran loyang 22x30cm atau 24x24cm tuang separuh adonan)
6. Panggang dengan suhu 180 derajat celcius selama 20 menit. Angkat. Kalau dibuat 2 lapis karena ukuran loyang yang ada, maka tuang separuh adonan berikutnya, ratakan, taburi prunes lalu panggang lagi.
7. Tekan lapis legit dengan penekan khusus lapis legit, kalau tidak punya pakai punggung sendok.
8. Olesi dengan susu kental manis atau selai sesuai selera, lalu gulung seperti kita membuat bolu gulung, padatkan dan biarkan dingin. Siap dipotong-potong.

*Update cara pengemasan ya Moms





Happy baking Moms...

Tuesday, October 3, 2017

Marmer Cake Jadoel by Ibu Siu Erl


Malam Moms...

Walaupun setiap hari di Blitar mendung, tapi semangat buat bakingku malah lagi ON. Pasca operasi ringan pada jari tangan kanan (*baca kuku dicopot, hahaha), ternyata tangan ini jadi tambah gatal buat mainan tepung. Dua hari terakhir ini perban mulai dibuka dan masih nunggu kering beneran kulitnya, alhamdulillah punya suami yang mau bantu main air di dapur (*baca nyuci piring dll). Lihat waiting list resep yang mau diuji coba kok sudah sepanjang 1 mil jadi bingung mau eksekusi yang mana, baiklah walaupun terlambat akhirnya diputuskan ikutan demam Marmer Cake saja, sekalian nyoba loyang baru yang indent sejak purnama beberapa bulan kemarin. Kurang mulus permukaan cake bukan karena kesalahan loyangnya ya, karena aku saja yang terlalu pelit ngasih margarine olesnya. hahaha...


Marmer Cake ini resep dari ibu Siu Erl yang sudah terkenal enak hasil olahan tangannya, terima kasih ya Bu atas resepnya, haucek beneeerrrr. Bu Siu Erl ini juga membuka kursus untuk aneka Lapis Surabaya Kuno serta variasinya, dan marmer cake ini menjadi resep bonus saat ikut kursus di kelas beliau. Yang saya salut adalah beliau selalu memberikan resep sesuai dengan apa yang jadi standart di dapurnya, maksudnya tidak ada yang dirahasiakan, tidak ada bedanya resep yang beliau share dengan resep dagangan beliau. Oya, pernah enggak ikut kursus tapi merasa pematerinya enggak all out? Kalau aku sih pernah. hihihihi



Kembali ke topik marmer cake ini, tekstur nya lembut dan tidak seret di tenggorokan, tapi kesan tekstur kue jadoelnya tetap kerasa, jadi match antara tekstur khas kue kuno dengan tekstur lembut kue-kue modern. Hanya saja saya tidak mahir bikin motif marmernya, semacam "bejo bejan" untuk mendapat motif yang diinginkan bagi saya, sepertinya jam terbang kurang dan butuh latihan terus, tapi yang jadi masalah adalah siapa yang akan makan hasil latihannya, secara dirumah hanya ada aku, suami dan dua krucil yang berperut kecil. hihihi...


Kenapa kue ini jadi special? Yang jelas selain komposisi bahan yang pas, pemilihan jenis / merk bahan juga mendukung sekali hasil akhir dari kue ini. Metode pembuatannya menggunakan sistem kocok telur terpisah sehingga membuat kue ini lembut dan tidak seret dimakan. Komposisi butter yang lumayan banyak membuat kue ini lembab, bahkan cenderung berminyak saat masih panas. Yang paling saya suka dari kue ini adalah tanpa menggunakan bahan pengembang sama sekali dan menggunakan kuning telur yang banyak untuk mendapatkan tekstur lembutnya. Baiklah langsung saja berikut resepnya.

Resep Marmer Jadoel by Siu Erl

Bahan:
Mentega 150gr
Wysman 150gr
Gula halus 250gr
kuning telur 10
putih telur 4
Terigu 150gr
Susu bubuk 25gr
Maizena 25gr
Coklat bubuk dan pasta coklat untuk bikin motif


Cara membuat:
- kocok mentega dan butter + gula 30 menit, setelah itu masukkan kuning telur satu per satu sambil di kocok
sebentar sampai tercampur rata kemudian sisihkan.
- kocok putih telur sampai kaku.
- masukkan terigu, susu bubuk dan maizena sambil di ayak kedalam adonan mentega, gula dan telor tadi kemudian diaduk rata dengan spatula dan terakhir masukkan kocokan putih telor yg sudah kaku lalu diaduk lagi dengan spatula sampai merata.
- ambil sebagian adonan dan beri coklat bubuk dan pasta coklat untuk belangnya.
- tuang adonan kedalam loyang bergantian sampai habis.
- oven suhu 180 derajat 35-45 menit.

Loyang bulat ukuran 22 cm
Loyang kotak ukuran 20 cm
Loyang tulban ukuran 24 cm
Semua ukuran loyang tingginya 7cm


Jangan lupa dipraktekkan ya Moms, biar tambah disayang suami dan anak-anak.

Happy Baking Moms...

Saturday, August 26, 2017

Brownies Kilap ala Dapur-Ziah


Assalamualaikum Moms,

Entah sudah berapa rembulan gak update blog, untung masih ingat sama paswordnya. hehehe... Kali ini mau posting resep brownies yang selalu keluar shinycrust-nya tiap bikin, kalo resep lain mungkin kadang ada kadang malu-malu nongol, kadang juga gak nonggol sama sekali si kilap sexy-nya.

Oh ya, saya tegaskan, ini bukan resep original saya ya, jadi pada intinya saya suka browsing dan uji coba aneka resep, ditambah ini dan itu, dikurangi ini dan itu, lalu saya padu padankan "sak karep saya sendiri", eh sesuka hati saya sendiri maksudnya. Jadi monggo kalau mau ngeklaim ini resep si A atau si B, karena inti resep dan bahan brownies panggang ya gitu-gitu aja, yang jelas saya bikin ini untuk memberikan referensi lain bagi pecinta brownies.


Yang saya buat ini brownies panggang yang bahasa kerennya fudgy ya, bener gak sih tulisannya? Jadi bukan yang garing gitu, lebih ke lembab, chewy dan nyokelat di dalam. Tapi yang pasti ini gak mirip sama "jenang" ketan ya, yang bantat dan molor, ampunnnn... apa ya bahasa bakunya? Dan brownies ini lebih nikmat setelah didiamkan semalam, menurutku lho ya, lebih nyokelat gitu saat dilidah, entah hanya perasaanku atau memang benar begitu adanya. #Tsyaaahhhh...


Yang wajib diperhatikan saat membuat brownies agar berkilau bak intan permata, sekali lagi ini menurut pendapatku yang awam lho ya, adalah bahan, tehnik pembuatan dan suhu pemanggangan. Bahan yang berkualitas tentunya menghasilkan brownies yang enak, pemilihan cokelat bubuk dan cokelat batang dalam pembuatan brownies menjadi elemen penting. Misalkan mau brownies warna pekat, maka gunakan cokelat bubuk yang berwarna cokelat gelap dan cokelat batang "dark" yang akan menambah unsur "kegelapan" brownies anda. Kalau mau yang berwarna cokelat terang, gunakan cokelat bubuk yang berwarna cokelat cenderung merah (*biasanya untuk membuat red velvet) dan cokelat batang "milk" agar hasilnya cokelat terang. Mana yang lebih enak, semua tergantung pada selera masing-masing, silahkan bereksperimen untuk menentukan mana bahan favorit anda.


Untuk tehnik pembuatan, di sini yang harus diingat adalah masalah mengocok bahan. Dikocok di sini artinya memakai whisker alias kocokan telur atau dimixer, semuanya bisa dilakukan asal memenuhi kaidah pembuatan brownies yang baku. hahaha... ingat bahwa brownies adalah kue bantat, jadi kalau hasil browniesnya mengembang sempurna karena terlalu lama mengocok maka itu adalah BOLU, bukan brownies. Mau dikocok manual pakai whisker atau dimixer semuanya sah-sah saja, asal gula benar-benar larut dan adonan tidak mengembang saat dikocok. Kalau gula tidak larut, jangan harap ada kilauan intan permata di atasnya. hihihi...


Kemudian masalah suhu pemanggangan, brownies di awal pemanggangan harus terkena suhu yang panas agar gula "terkaramelsasi" (*semoga maksud saya tersampaikan walau kata-katanya random banget). Nah ini bagian yang sulit, oven tiap orang berbeda ya, jadi suhu 200 derajat di oven saya bisa jadi di oven anda 220 atau malah 180 derajat. Yang jelas, panas banget kalau tangan dimasukkan. hihihi... Penggunaan suhu tinggi ini sampai diperoleh lapisan kilap atasnya saja, sekitar 5-10 menit, setelah itu suhu diturunkan agar tidak gosong luarnya tapi belum matang bagian dalamnya.


Pasti sudah bosen baca deskripsi yang panjang dan sok tahu saya kan? Baiklah, langsung disave resepnya, tapi jangan lupa dipraktekkan agar kumpulan resepnya gak hanya ngumpul saja dan bisa jadi bantah, #Ehhhh...... hihihi...

Brownies Kilap ala Dapur-Ziah

Bahan :
225 gr cokelat batang
125 gr butter (mentega juga boleh, tapi hasilnya berbeda ya, mix minyak juga boleh tergantung selera)

150 gr tepung terigu protein rendah
50 gr cokelat bubuk (mau cokelatnya 25gr saja juga boleh (*tapi rasanya beda ya) asal cokelat dan terigu jumlahnya 200gr)

3 butir telur
225 gr gula pasir (pakai gula kastor bisa lebih cepat halus saat dimixer)

topping sesuai selera

Cara membuat :
1. Panaskan oven suhu 180-200 derajat celcius.
2. Siapkan loyang persegi ukuran 22x22 cm, oles mentega, alasi dengan kertas roti sampai menjulur keluar kertasnya agar mudah saat mengeluarkan brownies dari loyang, oles mentega lagi. Sisihkan.
3. Lelehkan cokelat batang dan butter dengan cara ditim, sisihkan. Ayak tepung terigu dan cokelat, sisihkan.
4. Kocok telur dan gula cukup dengan wishker saja sampai gula larut, kalau gak mau capek pakai mixer kecepatan rendah juga boleh
5. Masukkan cokelat dan mentega leleh, aduk rata.
6. Masukkan ayakan terigu dan cokelat bubuk, aduk rata.
7. Tuang dalam loyang, ratakan, beri topping sesuai selera.
8. Panggang dengan suhu tinggi sekitar 180 derajat selama 5-10 menit sampai muncul kilapnya, lalu suhu turunkan sampai 160 derajat, lanjutkan memanggang hingga matang, kalau aku biasanya tambah 30-35 menit lagi.


Semoga bermanfaat ya Moms, jangan lupa dipraktekkan, karena cokelat bisa membuat perasaan jadi bahagia,  katanya sih begitu. Hehehe...

Happy baking Moms...