Tuesday, March 12, 2019

Red Velvet Yummy


Assalamualaikum Moms...

Kemarin ada yang bertanya kalau mau bikin red velvet enaknya pakai resep mana ya? Kalau menurut saya semua resep basic red velvet itu mirip-mirip ya, intinya bahannya ya itu-itu saja, takarannya juga tidak berbeda secara signifikan. Nah, kalau kita sudah pernah ngicip red velvet versi di bakery besar, pasti tahu lah ya basic red velvet itu ya seperti itu, cake-nya padat tapi moist. Berbeda jauh dengan chiffon cake atau ogura cake. Enak gak ya? kembali ke selera masing-masing. Ada kan yang doyan cake bantat seperti brownies (*baca:saya), ada yang sukanya cake empus-empus macam ogura atau chiffon cake. 


Kalau saya suka basic red velvet itu yang tekstur moist-nya berasal dari yogurt dan air kopi/jus buah bit, kenapa? karena buttermilk di Blitar tidak ada yang jual. hahahahha... Daripada bikin sendiri dari susu UHT diberi air jeruk lemon atau cuka, saya pilih yogurt saja. Memang beda ya? Silahkan dicoba sendiri ya, karena kembali lagi selera saya belum tentu sama dengan selera pembaca. Yogurt nya bukan yg buat diminum itu ya, tapi yang lebih kental, biasanya kemasannya kayak cup gitu bentuknya.


Misal mau lebih hemat, memang gantilah dengan buttermilk ala homemade, susu UHT dihangatkan sebentar, beri perasan air jeruk lemon atau cuka, biarkan sebentar tunggu hingga pecah, maaf seperti susu basi itu lho, ada misah kan ya di bagian atas dan bawahnya, semoga maksud saya tersampaikan lah ya. Nah buttermilk ala-ala sudah siap dipakai. Yang dipakai semuanya ya, bukan hanya lapisan atasnya saja, tapi semuanya itu tadi yg digunakan, misal butuh 1 cup buttermilk di resep ya kita buat dari 1 cup susu UHT hangat plus 1 sdm cuka atau air jeruk lemon.


Kalau untuk jualan, semua sesuaikan dengan selera pasar ya, misal mau red velvet versi original ya pakai resep ini cocok teksturnya. Kalau mau yang empuk, karena kadang orang kan taunya cake enak itu yang empuk gitu ya, bisa pakai sponge cake atau jenis lainnya yang dirasa disukai konsumen anda, tapi buat dengan tambahan pasta red velvet dan juga jus buah bit. Terus namanya apa? Ya tetep red velvet cake lah, tapi ada embel-embelnya, misal nih, red velved cake ala dapur-ziah. hihihi...



Resep ini saya ambil dari Divas Can Cook. Sebenarnya mau pakai resep siapapun bisa kok, mau yg enak ya konsekuensinya kudu pakai bahan yang bikin kue jadi enak juga. Apakah kudu premium semua bahan bakunya? Kembali ke pangsa pasar ya. Tehnik pembuatan jg sangat berpengaruh dalam menentukan hasil tekstur dan rasa dari cake itu sendiri. Beda oven, beda merk bahan, beda "tangan" hasilnya bisa jadi beda juga. Terus kudu gimana? Jam terbang diperbanyak. Apakah saya pernah gagal, jawabannya seriiiinggg...



Kue berakhir di tempat sampah itu pasti semua orang pernah mengalami. Tapi kapan mau bisa kalau enggak berani mencoba. Jangan gunakan alasan ovennya, mixernya dll tidak sebagus punya si dia, alhasil pasti gak bisa bikin seperti itu, ah salaaaahhhhh... saya mulai suka baking tahun 2011, dan awal jualan saya akhir 2013, dan dari awal itu sampai 2016 masih memakai oven tangkring, iya oven yang nangkring di atas kompor itu, selama kurun waktu 3 tahun jualan itu saja habis 2 oven, kerusakan terjadi karena sudah terlalu sering dipakai ya, mleyot-mleyot semua body-nya. Saat itu saya hanya pakai oven tangkring pemberian ibu saya tidak beli, jadi ya merk apa adanya. Setelah itu apakah beli oven yg bagus langsung, enggak lah, dapat hibah lagi dari bu mertua. hahahaha.... Setelah ditahan-tahan akhirnya sekitar tahun 2016an akhir baru beli oven deck.



Baiklah kita kembali ke jalan yang benar. Jangan dengarkan curhatan receh saya. wkwkwkwk.... Langsung saja ini dia resepnya yang sedikit saya tambahi narasinya dan jelas tanpa bahan yang tidak dianjurkan bagi umat muslim (*halal only)



Red Velvet Cake
by : Divas Can Cook

Bahan :

360gr tepung terigu
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue
1 sdt garam halus
2 sdm cokelat bubuk (pilih yang berwarna cenderung merah)
400 gr gula halus
1 cup minyak
2 butir telur
1 cup yogurt (*aslinya butter milk)
2 sdt essen vanilla
1-2 sdm essens red velvet (*aslinya pewarna merah)
1/2 cup air kopi panas(*nescafe)/ jus buah bit
1 sdt cuka masak



Cara membuat:
1. Siapkan loyang bulat diameter 20cm tinggi sekitar 5cm, jadi 2 loyang. Beri baking paper alasnya dan oles margarin.
2. Panaskan oven 180 derajat celcius.
3. Ayak tepung, baking powder, soda dan garam. Sisihkan.
4. Letakkan gula dan minyak dalam wadah cukup besar.
5. Campur telur, yogurt, essens, vanila essens dan red velvet  hingga rata.
6. Aduk rata air kopi/jus buah bit dan cuka.
7. Campur bahan kering dengan bahan basah, aduk segera, jangan terlalu lama mengaduk agar tidak bantat.
8. Tuang dalam 2 loyang.
9. Panggang selama kuraang lebih 40 menit. Tes tusuk.
10. Angkat, dinginkan. Siap dihias.


Happy baking Moms...

Saturday, February 2, 2019

Cheese Soft Bread


Assalamualaikum Moms...

Kali ini mau menebar virus ngeroti ya, yang jelas ini roti empuk banget walau tanpa bahan pengempuk yang itu tuhhh... Tapi tetep ya, kudu kalis elastis syarat mutlaknya. Sebenarnya saya sudah gak pernah terima orderan aneka roti dan donat, kenapa, saya gak sempat bikinnya, bikin roti butuh proses yang lama dan harus berkelanjutan, maksudnya tidak bisa ditinggal-tinggal biar enggak over proofing. Karena rutinitas sebagai mama yang kadang merangkap sebagai inem dan tukang ojek anak, maka sudah beberapa bulan ini saya memutuskan off dulu dari aneka pesanan rerotian. Etapiiiiii, ya tetep sesekali bikin roti atau donat dalam jumlah kecil, untuk cemilan keluarga.


Penggunaan bahan tambahan tidak dipungkiri pasti memiliki efek terhadap tubuh seseorang bila diberikan secara kontinu, katakanlah hanya sekian gram, tapi bila dikonsumsi tiap hari pasti akan menumpuk di dalam tubuh. Karena setiap bikin roti saya pasti mengutak-atik bahan biar tetep empuk walaupun untuk keesokan harinya. Berikut ini saya share beberapa tips yang pernah saya lakukan dan membuat roti hasil ngulen saya bisa empuk sampai 3 hari tanpa bahan tambahan pengempuk dll.

Yang pertama adalah tepung, saya memang selalu menggunakan tepung komachi untuk membuat roti, kenapa? Ya sudah cocok saja dengan tepung ini. Tapi tidak berarti full komachi ya, saya selalu menambahkan sedikit tepung protein sedang misal merk segitiga untuk mendapatkan tekstur yang saya inginkan. Kalau full komachi hasilnya menurut saya terlalu molor dan kenyal. Untuk perbandingannya sih tergantung feeling aja, misal komachi 500gr, tepung segitiganya 50gr.


Yang kedua adalah cairan, yang saya maksud di sini adalah bahan cairnya misal air/susu/telur dll yang jelas menyumbang basah pada adonan. Untuk takaran cairan, ini yang agak susak dijelaskan ya, karena setiap merk tepung pasti kebutuhan cairannya berbeda, bahkan merk yang sama dibeli saat yang berbeda, jumlah air yang dibutuhkan belum tentu sama. Khusus ini kudu pakai ilmu feeling lagi, kalau sudah biasa ngadon roti pasti tau kelembekan adonan yang pas. Kalau terlalu lembek nanti susah dibentuk karena lengket ditangan, tapi kalau kurang air dijamin rotinya cepat atos alias keras. Untuk menghasilkan roti yang empuk, saya memadukan susu UHT dingin dan whipped cream cair, kenapa? Sesuai eksperimen saya, hasilnya tetap empuk untuk 3 hari kedepan. Untuk telur, saya wajib pakai kuning telur karena ini yang akan menyumbang keempukan roti kita.

Yang ketiga adalah isian roti, entah kenapa setiap roti yang diisi dengan adonan cokelat pasti tidak tahan lama empuknya. Alhasil saya pun penasaran dan menjelajahi mbah google, ternyata memang isian cokelat entah itu meisis, filling cokelat, dcc, dll yang jelas mengandung bahan cokelat memang menyerap kelembaban, sehingga roti cepat kering dan tidak awet moist, inilah yang mambuat roti isian cokelat lebih tidak tahan empuk dibanding dengan isian yang basah seperti selai srikaya dll. Mungkin kalau ada yang tau alasan tepatnya bisa komen ya di bawah.



Untuk bahan lainnya misal gula, ragi instan, garam, susu bubuk dan butter ini tergantung keinginan ya, saya suka memblender gula pasir untuk ngadon roti biar cepat kalis. Kalau raginya menggunakan merk terserah, asal masih bagus dan tidak rusak biar adonan bisa mengembang. Pemberian sedikit garam halus menyumbang rasa gurih pada roti dan dia juga sebagai kontrol kerja ragi lho sebenarnya, jadi ada yang menekan kerja ragi saat kita sedikit over proofing adonan, mungkin karena ditinggal nonton drakor. #Ehhh.... Kalau susu bubuk ini tidak wajib ya, karena kita sudah pakai susu UHT untuk cairannya, tapi kalau pakai air, beri susu bubuk biar lebih nyusu hasil rotinya. Butter merknya terserah juga, semakin mahal semakin enak. hihihi....

Yang tidak kalah penting adalah pasca roti matang ya. Saat sudah diangkat, usahakan segera dikemas dalam wadah kedap begitu roti sudah hangat menjelang dingin, nah gimana ya? Yang jelas tidak terlalu panas cukup uapnya hilang, tapi jangan sampai dingin dan kelamaan diangin-anginkan, kemas dalam wadah kedap atau langsung dibungkus plastik satu-satu. Kalau masih terlalu panas roti cepat berjamur karena uap tidak bisa keluar, kalau terlalu dingin roti akan cepat keras. Yahhh yang sedang-sedang sajalah. hahaha....

Baiklah daripada saya ditimpuk sendal jepit karena kepanjangan narasi, berikut resep roti yang soft banget menurut saya.

Cheese Soft Bread

Bahan:
425gr komachi
25gr tepung segitiga
2 sdm susu bubuk
50 gr gula pasir (*ditambahi boleh ya bagi yang pengen adonan lebih manis)
7gr ragi instan

2 kuning telur + 50gr whipped cream cair + susu UHT dingin ditimbang total cairan 300gr (disesuaikan dengan kelembaban tepung)

5gr garam halus
80gr butter

isian sesuai selera, saya pakai milky soft cheese milik kraft

Cara membuat:
1. Campur semua bahan kering.
2. Tambahkan bahan cair, ulen hingga stengah kalis.
3. Masukkan garam dan butter, ulen kembali hingga kalis elastis, bila dibentangkan sudah terbentuk lapisan tipis seperti balon yang ditiup itu ya alias window pane.
4. Bulatkan adonan dan istirahatkan sekitar 30-45menit.
5. Timbang adonan sesuai selera kemudian kita rounding.
6. Isi dan bentuk sesuai selera.
7. Proofing kembali sekitar 45-60 menit sampai ukuran 2x lipat dari semula.
8. Oles dengan susu UHT cair lalu panggang dengan suhu 180-200 derajat celcius selama 15-20 menit, tergantung oven masing-masing dan besar kecil ukuran roti ya.
9. Angkat dan keluarkan roti, segera oles permukaan dengan butter agak mengkilap.
10. Siap disajikan

Happy baking Moms...